Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 10 No 1 Jan-Feb 2000
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Perforasi
DirgaNet
Aktif
Citizen Band
Amateur Radio
Pro Anda
IDXC Top 50
Review Top 50
Redaksi

Volume 10
  Citizen Band
Beberapa Alat Kontrol pada Transceiver

Pengantar : Uraian ini merupakan kelanjutan artikel Beberapa Alat Kontrol pada Transceiver, yang kemudian dilanjutkan dengan artikel Antena Mobil. Selamat mengikuti !! (Kustiyono)

Modulation Indicator Lamp : Beberapa jenis transceiver dilengkapi pada panel depannya dengan lampu merah atau hijau. Lampu ini dapat menyala disebabkan adanya suara yang berasal dari mike, dan hanya akan menyala apabila mike ditekan. Dengan menyalanya lampu tersebut berarti suara kita terpancar keluar dari transceiver. Akan tetapi, lampu ini juga tetap menyala meskipun bagian pemancar dalam keadaan rusak. Jadi nyala lampu tidak menjamin bahwa pemancar dalam keadaan baik.

Noise Blanker (NB) : Unit ini terpasang dalam transceiver yang fungsinya mengurangi derau (noise) yang disebabkan oleh mesin mobil atau loncatan bunga api dari jenis peralatan lainnya. Noise blanker ini dikhususkan bagi transceiver yang memiliki unit ini bagi kendaraan yang dilengkapi dengan "Electronic Ignition". Untuk beberapa jenis transceiver, alat noise blanker ini dapat dihidup dan matikan dengan saklar yang ada padanya. Akan tetapi, ada pula yang bekerja dengan dihidupkannya transceiver.

Noise Limiter / Automatic Noise Limiter (ANL) : Tujuan dari ANL ini tak lain juga untuk mengurangi pengaruh derau. Akan tetapi lebih intensif dari pada Noise Blanker. ANL ini dapat pula bekerja secara bersama sama ataupun terpisah dengan Noise Blanker. PA Jack : Jack ini biasanya ada di belakang, yang gunanya untuk menghubungkan extra speaker yang khusus digunakan untuk keperluan Public Address. Extra speaker ini tidak terdapat pada transceiver, melainkan harus dibeli tersendiri.

RF Gain Control : Dimaksud untuk mengurangi intensitas sinyal yang masuk dan digunakan bersama sama dengan volume control. Kontrol tersebut juga digunakan untuk membatasi derau yang disebabkan oleh pengaruh cuaca, bukan karena mesin mobil. Misalnya derau akibat cuaca yang cukup kuat dapat dikurangi dengan mengecilkan RF Gain, tetapi suara pembicaraan juga ikut terpengaruh menjadi lemah. Untuk menguatkannya dapat dengan menambah volume control.

Sideband Control : Apabila transceiver Anda dapat digunakan untuk SSB, maka pasti dilengkapi dengan sideband control. Pengaturannya dapat dipilih tiga posisi saklar, yakni AM, Upper Side Band (USB), dan Lower Side Band (LSB). S-Meter : Meter ini dipasang pada panel depan transceiver. Pada saat menerima sinyal, maka meter ini akan menunjukkan kuat sinyal yang masuk, sedangkan dalam posisi memancar, akan menunjukkan nilai kekuatan yang dipancarkannya (daya pancar). S-Meter ini berguna untuk keperluan "radio check".

Squeich Control : Kontrol ini dapat mengatur agar sinyal sinyal yang lemah tidak perlu diterima, termasuk noise. Dengan memutar squeich control pada suatu posisi yang tepat, yang biasanya pada noise level, maka receiver atau penerima akan sunyi, tidak menerima sinyal apapun. Hanya pada saat ada sinyal kuat yang masuk, alat penerima akan bekerja (berbunyi). Memang, dengan mengaktifkan squeich control ini berakibat pancaran dari tempat tempat yang jauh tidak dapat diterima, karena hanya sinyal yang kuat dan dekat yang akan diterima.

SWR Meter : Beberapa transceiver dilengkapi juga dengan sirkuit SWR di dalamnya. SWR meter berguna pada saat melakukan tuning antena, akan tetapi fungsinya tidak permanen (terus-menerus). Biasanya, SWR meter ini yang disertakan pada transceiver tidak seteliti dan sesempurna SWR Meter yang khusus dibuat terpisah.

Warning Light Antenna : Ini merupakan lampu merah kecil yang terpasang pada panel depan. Tujuannya adalah untuk memberi peringatan, bila pada saluran antena ada sesuatu yang kurang beres, misalnya kabel koaksialnya terlepas dari konektornya, pada antena terdapat kerusakan, dan lain-lain. Dengan adanya peringatan ini sangat menguntungkan, karena apabila dalam keadaan ini transceiver terus dipakai dapat berakibat kerusakan fatal.

Aneka Bahasa Komunikasi Radio Antar Penduduk

Guna menambah pengetahuan Anda berkaitan dengan bahasa yang digunakan dalam KRAP, berikut ini disampaikan daftar ejaan alphabet internasional, Indonesia, dan Kode-10 (Ten Code). (Kus)

Ejaan Alphabet Internasional dan Indonesia

Alphabet Internasional Indonesia
A Alpha Ambarawa
B Bravo Bandung
C Charlie Calcuta
D Delta Demak
E Echo Ende
F Foxtrol Fatimah
G Golf Garut
H Hotel Hongkong
I India Indramayu
J Juliet Jeddah
K Kilo Kediri
L Lima Lumajang
M Mike Madiun
N November Nurdin
O Oscar Osaka
P Papa Padang
Q Quebec Quadrat
R Romeo Rembang
S Sierra Solo
T Tango Tegal
U Uniform Ulfah
V Victor Valencia
W Whisky Wonosobo
X X-ray Xantippe
Y Yankee Yokohama
Z Zulu Zanzibar

Kode-10 (Ten Code)

Kode Makna
10-1 Sulit didengar // Penerimaan buruk
10-2 Didengar jelas // Penerimaan baik
10-3 Berhenti mengudara / memancar
10-4 Benar // Dimengerti
10-5 Ada pesan untuk disampaikan
10-6 Sedang sibuk kecuali ada berita penting
10-7 Mengalami kerusakan // Tak dapat mengudara
10-8 Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara
10-9 Mohon diulangi
10-10 Penyampaian berita selesai
10-11 Berbicara terlalu cepat
10-12 Mengundurkan diri karena ada tamu
10-13 Laporan keadaan cuaca / jalanan
10-14 Informasi
10-15 Informasi sudah disampaikan
10-16 Mohon dijemput / diambil di ...
10-17 Ada urusan penting
10-18 Sesuatu untuk kita
10-19 Bukan untuk Anda, harap kembali
10-20 Lokasi // Posisi
10-21 Kontak / hubungan melalui telepon
10-22 Melapor langsung ke ...
10-23 Menunggu // Stand by
10-24 Selesai melaksanakan tugas
10-25 Dapat menghubungi / kontak dengan ...
10-26 Pesanan terakhir kurang diperhatikan
10-27 Pindah ke jalur / channel ...
10-28 Nama panggilan // Call sign
10-29 Waktu hubungan / kontak habis
10-30 Tidak menaati peraturan
10-31 Antena yang digunakan
10-32 Laporan sinyal dan modulasi // Radio check
10-33 KEADAAN DARURAT // EMERGENCY
10-34 Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini
10-35 INFORMASI RAHASIA
10-36 Jam berapa waktu yang tepat ?
10-37 PERLU MOBIL DEREK DI ...
10-38 PERLU AMBULANS DI ...
10-39 Pesan sudah disampaikan
10-40 PERLU DOKTER
10-41 Mohon pindah ke jalur / channel ...
10-42 ADA KECELAKAAN DI ...
10-43 Kemacetan lalu lintas di ...
10-44 Ada pesan untuk Anda
10-45 Dalam jangkauan mohon melapor
10-46 Memerlukan montir
10-50 Mohon kosongkan jalur / channel
10-60 Apakah ada pesan selanjutnya ?
10-62 Tidak dimengerti, melalui telepon saja
10-63 Tugas / pekerjaan dilanjutkan di ...
10-64 Pekerjaan telah selesai / bersih
10-65 Menunggu berita lanjutan
10-67 Semua unit setuju
10-69 Pesanan telah diterima
10-70 KEBAKARAN DI ...
10-71 Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai
10-73 Kurangi kecepatan di ...
10-74 Tidak // Negatif

Antena Mobil

Pengantar : Antena merupakan kelengkapan, baik dalam berkomunikasi dua arah maupun satu arah. Berikut ini akan diuraikan berkenaan dengan antena mobil. (Kustiyono)

Antena Tunggal Dibandingkan dengan Antena Ganda

Sebagian besar mobil menggunakan antena tunggal, namun antena ganda memiliki keunggulan dalam hal efisiensi. Sebagai pedoman, antena ganda (kembar) harus dipasang saling terpisah pada jarak yang tidak boleh kurang dari 250 cm, apabila diinginkan hasil yang sempurna. Tetapi, rata-rata mobil lebarnya kurang dari ukuran yang diinginkan. Antena kembar harus dipasang sebelah menyebelah, bukan satu di depan, yang satunya lagi di belakang.

Beberapa pabrik antenna telah mengedarkan ke pasaran produk antenna kembarnya yang dapat dipasang lebih berdekatan, pada jarak kurang dari 250 cm, yang disesuaikan dengan lebar mobil. Menggunakan antena kembar dapat memberikan kelebihan dalam hal jangkauan pancaran dibandingkan dengan antenna tunggal. Antenna kembar merupakan rancangan tersendiri, bukannya dua buah antena tunggal yang dirangkai menjadi antena kembar.

Base-loaded Antenna

Ini merupakan antena yang paling populer di antara jenis lainnya. Panjangnya sekitar 120 cm, sedangkan efisiensinya mendekati antena yang panjangnya seperempat gelombang penuh. Antenna ini dilengkapi kumparan atau koil pada bagian pangkalnya, yang terbungkus plastik atau epoxy, dimaksudkan untuk mengimbangi kekurangan panjangnya. Antenanya sendiri dibuat dari bahan logam atau fiberglass yang diberi bahan penghantar listrik. Antena ini cocok untuk dipasang di sembarang bagian mobil, kecuali di bemper.

Center-loaded Antenna

Jenis lainnya yang banyak diperdagangkan adalah antena yang memiliki koil pada bagian tengah antena. Berbeda dengan base-loaded antenn, antena ini sifatnya berbeda jauh dengan base-loaded antenna. Untuk mendapat SWR yang diinginkan, perlu dilakukan pengaturan ketinggian antena pada bagian atas koil. Antena jenis ini, terus terang, banyak kekurangannya, terutama yang berhubungan dengan konstruksi mekanis.

Apabila sering terbentur portal atau pintu garasi, pada bagian tengah yang terdapat koil mudah patah, atau setidak tidaknya mudah berubah kondisi koilnya, sehingga SWR mudah berubah nilainya. Dengan demikian, perlu sering sering dilakukan pengaturan atau tuning. Oleh karena itu, base-loaded antenna lebih digemari untuk dipasang pada mobil.

Pada umumnya antena butuh permukaan ground yang luas, terutama untuk antena jenis base-loaded, sehingga antena tersebut kurang tepat apabila dipasang pada talang air bagian sebelah kanan atau kiri kendaraan. Untuk antena jenis center-loaded ini, persyaratannya ground-nya tidak terlalu kritis dibandingkan base-loaded antenna. Oleh karena itu, untuk dipasang pada talang, jenis center-loaded antenna lebih cocok.

Whip Antenna

Antena yang panjangnya mencapai 270 cm merupakan antena yang paling efisien untuk digunakan pada mobil. Antena tersebut terdiri dari pecut yang terbuat dari logam atau fiberglass, yang lazim disebut "whip". Namun dalam penggunaannya dirasakan kurang sesuai karena terlalu panjang, sehingga mudah patah atau bengkok apabila terlanggar oleh pohon, portal, atau pintu gerbang. Antena jenis ini, apabila telah terpasang pada kendaraan, tingginya bila diukur dari tanah dapat mencapai 300 sampai 350 cm.

Produksi yang terbaru dari antena jenis ini dibuat menjadi dua bagian, dapat dilipat atau dilepaskan bagian atasnya. Hanya sewaktu dibutuhkan, antena tersebut terpasang lengkap. Di pasaran, yang paling banyak beredar adalah antena jenis whip ini, dengan panjang 180 cm. Meskipun efisiensinya tidak dapat menyamai jenis whip yang panjangnya 270 cm, namun mutunya sudah setaraf dengan base-loaded antenna.

 
Dirgantara Online - Vol 10 No 1 Jan-Feb 2000
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space