Citizen Band
Beberapa Alat Kontrol pada Transceiver
Pengantar : Uraian ini merupakan kelanjutan artikel
Beberapa Alat Kontrol pada Transceiver, yang kemudian dilanjutkan dengan
artikel Antena Mobil. Selamat mengikuti !! (Kustiyono)
Modulation Indicator Lamp : Beberapa jenis transceiver
dilengkapi pada panel depannya dengan lampu merah atau hijau. Lampu ini
dapat menyala disebabkan adanya suara yang berasal dari mike, dan hanya akan
menyala apabila mike ditekan. Dengan menyalanya lampu tersebut berarti suara
kita terpancar keluar dari transceiver. Akan tetapi, lampu ini juga tetap
menyala meskipun bagian pemancar dalam keadaan rusak. Jadi nyala lampu tidak
menjamin bahwa pemancar dalam keadaan baik.
Noise Blanker (NB) : Unit ini terpasang dalam transceiver
yang fungsinya mengurangi derau (noise) yang disebabkan oleh mesin mobil
atau loncatan bunga api dari jenis peralatan lainnya. Noise blanker ini
dikhususkan bagi transceiver yang memiliki unit ini bagi kendaraan yang
dilengkapi dengan "Electronic Ignition". Untuk beberapa jenis transceiver,
alat noise blanker ini dapat dihidup dan matikan dengan saklar yang ada
padanya. Akan tetapi, ada pula yang bekerja dengan dihidupkannya transceiver.
Noise Limiter / Automatic Noise Limiter (ANL) : Tujuan dari
ANL ini tak lain juga untuk mengurangi pengaruh derau. Akan tetapi lebih
intensif dari pada Noise Blanker. ANL ini dapat pula bekerja secara bersama
sama ataupun terpisah dengan Noise Blanker. PA Jack : Jack ini biasanya ada
di belakang, yang gunanya untuk menghubungkan extra speaker yang khusus
digunakan untuk keperluan Public Address. Extra speaker ini tidak terdapat
pada transceiver, melainkan harus dibeli tersendiri.
RF Gain Control : Dimaksud untuk mengurangi intensitas
sinyal yang masuk dan digunakan bersama sama dengan volume control. Kontrol
tersebut juga digunakan untuk membatasi derau yang disebabkan oleh pengaruh
cuaca, bukan karena mesin mobil. Misalnya derau akibat cuaca yang cukup kuat
dapat dikurangi dengan mengecilkan RF Gain, tetapi suara pembicaraan
juga ikut terpengaruh menjadi lemah. Untuk menguatkannya dapat dengan
menambah volume control.
Sideband Control : Apabila transceiver Anda dapat digunakan
untuk SSB, maka pasti dilengkapi dengan sideband control. Pengaturannya
dapat dipilih tiga posisi saklar, yakni AM, Upper Side Band (USB), dan Lower
Side Band (LSB). S-Meter : Meter ini dipasang pada panel depan transceiver.
Pada saat menerima sinyal, maka meter ini akan menunjukkan kuat sinyal yang
masuk, sedangkan dalam posisi memancar, akan menunjukkan nilai kekuatan yang
dipancarkannya (daya pancar). S-Meter ini berguna untuk keperluan "radio
check".
Squeich Control : Kontrol ini dapat mengatur agar sinyal
sinyal yang lemah tidak perlu diterima, termasuk noise. Dengan memutar
squeich control pada suatu posisi yang tepat, yang biasanya pada noise level,
maka receiver atau penerima akan sunyi, tidak menerima sinyal apapun. Hanya
pada saat ada sinyal kuat yang masuk, alat penerima akan bekerja (berbunyi).
Memang, dengan mengaktifkan squeich control ini berakibat pancaran dari
tempat tempat yang jauh tidak dapat diterima, karena hanya sinyal yang kuat
dan dekat yang akan diterima.
SWR Meter : Beberapa transceiver dilengkapi juga dengan
sirkuit SWR di dalamnya. SWR meter berguna pada saat melakukan tuning antena,
akan tetapi fungsinya tidak permanen (terus-menerus). Biasanya, SWR meter
ini yang disertakan pada transceiver tidak seteliti dan sesempurna SWR Meter
yang khusus dibuat terpisah.
Warning Light Antenna : Ini merupakan lampu merah kecil
yang terpasang pada panel depan. Tujuannya adalah untuk memberi peringatan,
bila pada saluran antena ada sesuatu yang kurang beres, misalnya kabel
koaksialnya terlepas dari konektornya, pada antena terdapat kerusakan, dan
lain-lain. Dengan adanya peringatan ini sangat menguntungkan, karena apabila
dalam keadaan ini transceiver terus dipakai dapat berakibat kerusakan fatal.
Aneka Bahasa Komunikasi Radio Antar Penduduk
Guna menambah pengetahuan Anda berkaitan dengan bahasa yang digunakan dalam KRAP, berikut ini disampaikan daftar ejaan
alphabet internasional, Indonesia, dan Kode-10 (Ten Code). (Kus)
Ejaan Alphabet Internasional dan Indonesia
|
Alphabet
|
Internasional
|
Indonesia
|
|
A
|
Alpha
|
Ambarawa
|
|
B
|
Bravo
|
Bandung
|
|
C
|
Charlie
|
Calcuta
|
|
D
|
Delta
|
Demak
|
|
E
|
Echo
|
Ende
|
|
F
|
Foxtrol
|
Fatimah
|
|
G
|
Golf
|
Garut
|
|
H
|
Hotel
|
Hongkong
|
|
I
|
India
|
Indramayu
|
|
J
|
Juliet
|
Jeddah
|
|
K
|
Kilo
|
Kediri
|
|
L
|
Lima
|
Lumajang
|
|
M
|
Mike
|
Madiun
|
|
N
|
November
|
Nurdin
|
|
O
|
Oscar
|
Osaka
|
|
P
|
Papa
|
Padang
|
|
Q
|
Quebec
|
Quadrat
|
|
R
|
Romeo
|
Rembang
|
|
S
|
Sierra
|
Solo
|
|
T
|
Tango
|
Tegal
|
|
U
|
Uniform
|
Ulfah
|
|
V
|
Victor
|
Valencia
|
|
W
|
Whisky
|
Wonosobo
|
|
X
|
X-ray
|
Xantippe
|
|
Y
|
Yankee
|
Yokohama
|
|
Z
|
Zulu
|
Zanzibar
|
Kode-10 (Ten Code)
| Kode |
Makna |
| 10-1 |
Sulit didengar // Penerimaan buruk |
| 10-2 |
Didengar jelas // Penerimaan baik |
| 10-3 |
Berhenti mengudara / memancar |
| 10-4 |
Benar // Dimengerti |
| 10-5 |
Ada pesan untuk disampaikan |
| 10-6 |
Sedang sibuk kecuali ada berita penting |
| 10-7 |
Mengalami kerusakan // Tak dapat mengudara |
| 10-8 |
Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara |
| 10-9 |
Mohon diulangi |
| 10-10 |
Penyampaian berita selesai |
| 10-11 |
Berbicara terlalu cepat |
| 10-12 |
Mengundurkan diri karena ada tamu |
| 10-13 |
Laporan keadaan cuaca / jalanan |
| 10-14 |
Informasi |
| 10-15 |
Informasi sudah disampaikan |
| 10-16 |
Mohon dijemput / diambil di ... |
| 10-17 |
Ada urusan penting |
| 10-18 |
Sesuatu untuk kita |
| 10-19 |
Bukan untuk Anda, harap kembali |
| 10-20 |
Lokasi // Posisi |
| 10-21 |
Kontak / hubungan melalui telepon |
| 10-22 |
Melapor langsung ke ... |
| 10-23 |
Menunggu // Stand by |
| 10-24 |
Selesai melaksanakan tugas |
| 10-25 |
Dapat menghubungi / kontak dengan ... |
| 10-26 |
Pesanan terakhir kurang diperhatikan |
| 10-27 |
Pindah ke jalur / channel ... |
| 10-28 |
Nama panggilan // Call sign |
| 10-29 |
Waktu hubungan / kontak habis |
| 10-30 |
Tidak menaati peraturan |
| 10-31 |
Antena yang digunakan |
| 10-32 |
Laporan sinyal dan modulasi // Radio check |
| 10-33 |
KEADAAN DARURAT // EMERGENCY |
| 10-34 |
Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini |
| 10-35 |
INFORMASI RAHASIA |
| 10-36 |
Jam berapa waktu yang tepat ? |
| 10-37 |
PERLU MOBIL DEREK DI ... |
| 10-38 |
PERLU AMBULANS DI ... |
| 10-39 |
Pesan sudah disampaikan |
| 10-40 |
PERLU DOKTER |
| 10-41 |
Mohon pindah ke jalur / channel ... |
| 10-42 |
ADA KECELAKAAN DI ... |
| 10-43 |
Kemacetan lalu lintas di ... |
| 10-44 |
Ada pesan untuk Anda |
| 10-45 |
Dalam jangkauan mohon melapor |
| 10-46 |
Memerlukan montir |
| 10-50 |
Mohon kosongkan jalur / channel |
| 10-60 |
Apakah ada pesan selanjutnya ? |
| 10-62 |
Tidak dimengerti, melalui telepon saja |
| 10-63 |
Tugas / pekerjaan dilanjutkan di ... |
| 10-64 |
Pekerjaan telah selesai / bersih |
| 10-65 |
Menunggu berita lanjutan |
| 10-67 |
Semua unit setuju |
| 10-69 |
Pesanan telah diterima |
| 10-70 |
KEBAKARAN DI ... |
| 10-71 |
Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai |
| 10-73 |
Kurangi kecepatan di ... |
| 10-74 |
Tidak // Negatif |
Antena Mobil
Pengantar : Antena merupakan kelengkapan, baik dalam
berkomunikasi dua arah maupun satu arah. Berikut ini akan diuraikan berkenaan
dengan antena mobil. (Kustiyono)
Antena Tunggal Dibandingkan dengan Antena Ganda
Sebagian besar mobil menggunakan antena tunggal, namun
antena ganda memiliki keunggulan dalam hal efisiensi. Sebagai pedoman,
antena ganda (kembar) harus dipasang saling terpisah pada jarak yang tidak
boleh kurang dari 250 cm, apabila diinginkan hasil yang sempurna. Tetapi,
rata-rata mobil lebarnya kurang dari ukuran yang diinginkan. Antena kembar
harus dipasang sebelah menyebelah, bukan satu di depan, yang satunya lagi di
belakang.
Beberapa pabrik antenna telah mengedarkan ke pasaran produk
antenna kembarnya yang dapat dipasang lebih berdekatan, pada jarak kurang
dari 250 cm, yang disesuaikan dengan lebar mobil. Menggunakan antena kembar
dapat memberikan kelebihan dalam hal jangkauan pancaran dibandingkan dengan
antenna tunggal. Antenna kembar merupakan rancangan tersendiri, bukannya dua
buah antena tunggal yang dirangkai menjadi antena kembar.
Base-loaded Antenna
Ini merupakan antena yang paling populer di antara jenis
lainnya. Panjangnya sekitar 120 cm, sedangkan efisiensinya mendekati antena
yang panjangnya seperempat gelombang penuh. Antenna ini dilengkapi kumparan
atau koil pada bagian pangkalnya, yang terbungkus plastik atau epoxy,
dimaksudkan untuk mengimbangi kekurangan panjangnya. Antenanya sendiri
dibuat dari bahan logam atau fiberglass yang diberi bahan penghantar listrik.
Antena ini cocok untuk dipasang di sembarang bagian mobil, kecuali di bemper.
Center-loaded Antenna
Jenis lainnya yang banyak diperdagangkan adalah antena yang
memiliki koil pada bagian tengah antena. Berbeda dengan base-loaded antenn,
antena ini sifatnya berbeda jauh dengan base-loaded antenna. Untuk mendapat
SWR yang diinginkan, perlu dilakukan pengaturan ketinggian antena pada bagian
atas koil. Antena jenis ini, terus terang, banyak kekurangannya, terutama
yang berhubungan dengan konstruksi mekanis.
Apabila sering terbentur portal atau pintu garasi, pada
bagian tengah yang terdapat koil mudah patah, atau setidak tidaknya mudah
berubah kondisi koilnya, sehingga SWR mudah berubah nilainya. Dengan demikian,
perlu sering sering dilakukan pengaturan atau tuning. Oleh karena itu,
base-loaded antenna lebih digemari untuk dipasang pada mobil.
Pada umumnya antena butuh permukaan ground yang luas,
terutama untuk antena jenis base-loaded, sehingga antena tersebut kurang
tepat apabila dipasang pada talang air bagian sebelah kanan atau kiri
kendaraan. Untuk antena jenis center-loaded ini, persyaratannya ground-nya
tidak terlalu kritis dibandingkan base-loaded antenna. Oleh karena itu,
untuk dipasang pada talang, jenis center-loaded antenna lebih cocok.
Whip Antenna
Antena yang panjangnya mencapai 270 cm merupakan antena
yang paling efisien untuk digunakan pada mobil. Antena tersebut terdiri dari
pecut yang terbuat dari logam atau fiberglass, yang lazim disebut "whip".
Namun dalam penggunaannya dirasakan kurang sesuai karena terlalu panjang,
sehingga mudah patah atau bengkok apabila terlanggar oleh pohon, portal,
atau pintu gerbang. Antena jenis ini, apabila telah terpasang pada kendaraan,
tingginya bila diukur dari tanah dapat mencapai 300 sampai 350 cm.
Produksi yang terbaru dari antena jenis ini dibuat menjadi
dua bagian, dapat dilipat atau dilepaskan bagian atasnya. Hanya sewaktu
dibutuhkan, antena tersebut terpasang lengkap. Di pasaran, yang paling banyak
beredar adalah antena jenis whip ini, dengan panjang 180 cm. Meskipun
efisiensinya tidak dapat menyamai jenis whip yang panjangnya 270 cm, namun
mutunya sudah setaraf dengan base-loaded antenna.