DX Mania
Kalau Anda bertanya, sejak kapan kita dengar radio, Ina
Rimawati-lah yang akan ngejawab, "Sejak kita lahir, ceprot." Soalnya, doskie
lahir karena pengin dengerin lagunya Amy Grant, Baby Baby. Eh, nggak ding.
Tapi bener kok, sejak kita lahir, kita kan udah bisa dengerin radio. Kalau
pas ada yang tune in, tentunya. Doskie yang hobi berat sama radio ini
ditemui Dirgantara di rumahnya, lagi asyik melototin Little Missiy, serial
film TVRI kesukaannya. Ternyata ngefans berat sama serial itu.
Nggak ada salahnya kan, bukankah INDONESIAN DX CLUB juga
menampung pemirsa televisi ? Terbawa lingkungan yang sering memantau radio
luar negeri, doskie serius ngebet sama radio luar negeri. "Bokap dulu suka
mantau radio luar negeri," kata doskie. Juga Oom-nya, ketika itu doskie masih
di play group. Maksudnya, saat itu sudah mulai tahu acaranya. "Mpe
sekarang masih ngebet, walau nggak aktif," paparnya.
Cewek cakep yang bertinggi berat tak mau disebutin (rahasia
dong...) ini suka nge-DX Radio Australia. Bahkan dosennya juga ikutan mendengar
kok. Nggak tahu nih, yang ikutan mendengar itu doskie apa dosennya. Doskie yang
punya tanggal keramat 16 Oktober, tanggal pertama kali dengerin radio
sekaligus tanggal kehadirannya di dunia, lagi studi di salah satu ASMI yang
ada di kota budaya Yogyakarta. Ketika ditanya, apa manfaatnya nge-DX radio
luar negeri, doskie malah bingung.
"Gimana nggak bingung, banyak banget... bisa
ngilangin stres, pokoknya berjibun manfaatnya," kata Ina. Selain itu, bisa
dengerin lagu-lagu lebih cepetan dari radio dalam negeri. Kadang-kadang lagu
yang lagi ngetop di Indonesia, di luar sono sudah nggak ngetop lagi, lanjutnya.
Namun bukan berarti doskie nggak cinta sama Indonesia. Buktinya, dia juga
ngefans sama beberapa radio dalam negeri, khususnya lokalan.
"Lebih jernih dan jelas, so pasti stereo," kata doskie yang ngefans berat
sama Rakosa FM Yogyakarta, selidiki dari juga Geronimo FM, GCD FM. Di samping acara musik,
doskie senang banget sama acara Hotline Quiz. Itu lho, kuis lewat telepon.
"Ingin ngobrol langsung sama penyiarnya yang punya suara, ehm... Soal
hadiah nggak penting". Nah, Anda juga senang, to ? Eh, buat hobi
dengerin radio, doskie gonta-ganti pesawat radio.
Mau tahu nih, ada Tens 65N, Philips D120, Tens TSS 109E,
Sony mini compo FH-7 MK-III, dan Intel PC 100S. Masih banyak lagi, cuman itu
milik teman... !!" jawabnya ketika ditanya soal pesawat penerima. Untuk
radio luar negeri, yang doskie pantau BBC, Deutsche Welle, serta Radio
Australia. Doskie juga pernah ikutan kursus bahasa Jerman lewat Suara Jerman
Deutsche Welle, tapi macet di tengah jalan.
"Soalnya enggak dikirimi buku jilid 3 dan 4-nya," katanya
(Red. Gimana nih Bung Rudie ?). Padahal, yang minat juga banyak, maksudnya
temen temen doskie. "Padahal sudah minta ke Deutsche Welle lagi," paparnya
kepada Dirgantara. Di samping hobi dengerin radio, doskie juga punya
kegiatan yang lainnya. Doskie juga anggota HFC, Harvest Fans Club, yang
digawangi Andrie Wongso, si pencetus kartu Harvest, dan Zara Zettira ZR.
Tau tho, siapa mereka ? And so pasti, juga gabung sama kita,
Indonesian DX Club. Doskie yang punya nomor anggota IDXC 0050/INS ini lagi punya
masalah nich. Pesawat radionya cuman bisa nge-tune di Radio Australia. Intel
PC-100-S yang rada canggih tersebut cuman bagus buat FM-nya. Nah, siapa mau bantu
nih ? Coba Anda kontak sama doskie, atau bagi rekan yang mau korespondensi, silakan.
Layangkan surat Anda ke : Jalan Petak Baru TR IV/69, Bener
Tegalrejo, Yogyakarta 55243. Jangan lupa yach, sertakan perangko balasan
kalau pengin dibalas cepet. "Tapi enggak janji soal cepetnya, masalahnya
sibuh sich. Tapi ta usahakan," kata Ina mengakhiri kencan kita. Ditunggu
nich bantuan temen-temen. Syukur kalau bisa ngasih pesawatnya. Bukankah itu
lebih bagus, Nha... ? Yuk ach, bye now. (IDXC / AS)