Laporan dan Berita
Radio Jepang Memulai Relai Melalui Sri Lanka
Mulai tanggal 1 Januari 1991, Radio Jepang telah memulai pelayanan relainya yang baru melalui stasiun relainya di Ekala, Sri Lanka. Supaya program programnya dapat ditangkap lebih baik di daerah daerah yang jauh, selama ini, Radio Jepang melakukan siaran relai melalui tiga stasiun relainya di luar negeri, yakni Stasiun Moyabi di Gabon, Afrika, Stasiun Relai Sackville di Kanada, dan Stasiun Montsinery di Guiana Perancis, Amerika Selatan.
Dengan peresmian stasiun relai Radio Jepang yang baru ini, keadaan penerimaan di Asia Barat Daya dan Timur Tengah mengalami perbaikan yang cukup besar, dan dengan demikian, sekarang telah mungkin untuk menangkap siaran siaran Radio Jepang, boleh dikata, di seluruh dunia. Stasiun relai yang baru ini dilaksanakan menurut persetujuan yang telah diikat di bulan Desember 1990, antara Radio Jepang dan SLBC, Sri Lanka Broadcasting Corporation.
Untuk transmisi relai ini, Radio Jepang telah menyewa stasiun transmisi Ekala, yang letaknya kira-kira 30 km di sebelah timur laut Kolombo. Stasiun ini dibangun dengan bantuan Pembangunan Pemerintah Jepang (ODA), telah memakan waktu satu setengah tahun merampungkannya. Stasiun modern ini dilengkapi dengan sebuah pemancar berkekuatan 300 kW, empat antena, dan sebuah ruang kontrol.
Jadi, siaran-siaran yang selama ini tidak dapat diterima dengan baik di Asia barat daya, dan di Timur Tengah, sekarang sudah dilakukan secara relai. Di samping, acara-acara dalam bahasa Bengali, Hindi, Urdu, dan Arab, sekarang direlai ke sana, dengan total jam siaran 10 jam sehari. Mulai tanggal 1 April 1991, ditambahkan pula siaran bahasa Persia. Dengan dimulainya relai Sri Lanka ini, siaran luar negeri NHK sekarang telah mencakup seluruh dunia.
Walaupun demikian, usaha-usaha akan terus dilakukan untuk memperbaiki keadaan penerimaan siaran di Eropa, yang saat ini relatif buruk. Setelah peresmian layanan baru ini, beberapa siaran relai ke Timur Tengah yang melalui stasiun relai Moyabi di Gabon telah dihentikan. Sementara, siaran siaran relai ke Eropa dalam bahasa Rusia, Swedia, Italia, diperbanyak. (Berita Radio Jepang, IDXC / ASB)
Pemancar Ulang Radio Nederland di Asia
Pemerintah Kerajaan Belanda belum setuju rencana Radio Nederland bersama BBC World Service mendirikan pemancar ulang di Thailand. Perkembangan ini terutama berdampak negatif bagi para pendengar kami di Indonesia. Pemancar ulang ini dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas penerimaan siaran di Asia Timur, terutama di Indonesia. Rencana ini akan memakan biaya 35 juta Dolar AS. Pemerintah Belanda berpendapat biaya ini terlalu tinggi.
Sampai saat ini, Radio Nederland menyiarkan acaranya ke Asia dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Belanda. Kualitas penerimaan lewat gelombang pendek Radio Nederland mundur sekali jika dibandingkan dengan saingannya. Pemancar di Belanda maupun pemancar ulang di Madagaskar, kurang memadai untuk penangkapan bersih siaran Radio Nederland di Indonesia. Radio Nederland berusaha untuk mengubah pendirian pemerintah Kerajaan Belanda. (Ranesi / ASB)
CBC Batalkan Drama tentang Cina
Canadian Broadcasting Corporation membatalkan penayangan drama 15 menit. Drama tersebut menceritakan protes para tetangga terhadap usaha seorang Cina yang menebang sebuah pohon karena menganggap pohon itu mengandung roh jahat. Pembatalan itu beralasan karena dikhawatirkan menimbulkan masalah rasialis. Namun produser drama itu menyatakan masuknya imigran imigran baru ke Vancouver sendiri sudah menimbulkan ketegangan sosial, karena terlalu banyak.
Jadi memerlukan diskusi secara terbuka. John Julianne, sang produser drama tersebut mengatakan, jika tidak berada dalam proses masalah tersebut secara terbuka, maka masyarakat akan tetap berada di dalam kegelapan. Orang orang Asia menjadi seperempat bagian penduduk Vancouver. Barangkali saja, memang ada benarnya, walaupun Julianne menghendaki masalah itu dibicarakan secara terbuka.
Namun produser eksekutif perusahaan itu lebih memikirkan masalah yang lebih besar, yaitu masalah rasialis. Kejadian kejadian yang dituturkan dalam drama itu memang benar, bahkan sebagiannya adalah wawancara dengan orang orang Cina. Namun penulisnya sendiri, Mc Larry Young, mengatakan ia menulis masalah masalah yang sensitif. Bagaimana pun, baru pertama kali ini sebuah drama dibatalkan penayangannya seminggu sebelum siaran sesungguhnya. (Radio Nederland / Asbari Nurpatria Krisna, IDXC/as)