Laporan dan Berita
DX, Mengapa Baru Ada di Radio Nederland... ?
Bagi Anda penggemar acara DX dalam bahasa Indonesia, pasti langsung melayang ke Hilversum, tempat di mana Radio Nederland seksi bahasa Indonesia berpusat, bila membicarakan acara tersebut. Mungkin juga, mengidentikkan dengan dua nama yang tidak asing lagi, Hilman Yatim, dan Asbari Nurpatria Krisna, yang ada di belakangnya. Istilah DX bagi para penggemar siaran radio belum populer, bahkan tidak dikenal.
Anda mungkin pernah menemukan dua huruf berbeda yang berderet ini, bahkan sering. Namun tidak, belum tahu apa maksudnya. Ya, memang istilah DX tak hanya digunakan dalam istilah keradioan. Sebagai contoh, Corolla DX, merk mobil terkenal di Indonesia. DX di sini tidak ada hubungannya dengan dunia keradioan yang kita geluti, mungkin saja ada kesamaan maksudnya. Hubungan jarak jauh, begitulah kira-kira maksud arti DX dalam dunia radio.
Namun kalau Anda menemukan arti lain, silakan. Ada yang mengartikan sebagai hubungan jarak jauh tanpa mengetahui berapa jarak sebenarnya. Hal ini disimbolkan dengan huruf X yang diartikan sebagai hal yang belum diketahui, sebagaimana juga dalam dunia ilmu matematika. Sementara huruf D diartikan jarak, distance. Bagi Anda yang gemar akan memantau siaran radio jarak jauh, terutama dari luar negeri, istilah DX mungkin Anda peroleh hanya dari Radio Nederland.
Ya, memang baru Radio Nederland-lah yang mengudarakan acara DX dalam bahasa Indonesia, yaitu DX Komunikasi Pencinta Gelombang Pendek yang merupakan perluasan acara terdahulu, Jembatan Angkasa. Mulai mengudara pada 1 April 1990 menggantikan acara Kotak Pos. Acara ini langsung memperoleh tempat di hati pendengarnya, khususnya di Indonesia yang haus akan acara demikian.
Tujuan utamanya memperluas pengetahuan pencinta gelombang pendek, bukan hanya pada masalah masalah penerimaan yang lalu dilaporkan kepada stasiun Radio Nederland. Banyak berita, artikel, dan laporan teknologi komunikasi yang sangat berguna bagi pendengar disajikan dalam acara ini. Acara ini diasuh oleh Asbari Nurpatria Krisna, muncul setiap hari Minggu.
Hanya dalam 36 menit, acara DX Ahad pagi terdiri dari seperangkat mata acara, 21 menit untuk acara kata, dan 15 menit musik. DX petang atau malam 42 menit, terdiri dari 24 menit acara kata, dan 18 menit musik. Kalau Anda pendengar Radio Nederland sejak tahun 1985 / 1986, pasti kenal juga dengan acara sejenis yang diperluas menjadi DX Komunikasi Pencinta Gelombang Pendek, yaitu Jembatan Angkasa, yang digawangi oleh Hilman Yatim.
Masing-masing mempunyai ciri dan gayanya. Jembatan Angkasa banyak membahas hal-hal keradioan yang diajukan para pendengarnya sebagai topik utamanya. DX Komunikasi Pencinta Gelombang Pendek lebih bersifat teknis dan lebih luas. Bukan hanya berkisar tentang radio siaran saja, tetapi juga di luar itu, misalnya radar, satelit. Bagi Anda yang masih awam tentang hal-hal teknis, pasti akan menemui kesulitan, karena dasar dasarnya memang belum tahu.
"Toh kita ingin lebih maju lagi," jawab pengasuhnya saat penulis tanyakan mengapa dasar-dasar DX tidak diangkat ? Memang, untuk membahas masalah dasar-dasar DX untuk memenuhi permintaan pendengar baru, sangat sulit. Selalu berulang-ulang, dan tentunya ketinggalan teknologi sekarang yang lajunya sangat pesat. Di samping itu, bukankah sudah ada perkumpulan yang bisa menampung pendengar. Dari situlah mereka bisa menimba pengalaman tentang DX dari anggotanya.
Salah satunya, tentu saja, dan pasti di Indonesian DX Club. Namun bukan berarti tidak ada perhatian terhadap pendengar yang masih baru. Buktinya usul dan saran dari para pendengar perihal hal itu memperoleh tanggapan bagus, walau masih dalam taraf "dipertimbangkan". Sambutan pencinta gelombang pendek pada acara ini makin hangat. Pengasuhnya, Asbari Nurpatria Krisna, ingin menyemarakkan acara DX ini dengan laporan laporan langsung, berupa suara pelapor.
Itulah sebabnya, para pendengar yang punya telepon dapat mengirimkan nomor teleponnya untuk sewaktu-waktu dapat dihubungi. Tetapi, para pendengar dapat juga mengirimkan laporan yang direkam. Indonesian DX Club, tentu saja, tidak mau ketinggalan. Pokoknya, simak terus acara DX ini, Anda bisa mengetahui jadwal siarannya di bagian lain buletin ini. Atau Anda minta langsung ke Radio Nederland.
Secara berkala, Indonesian DX Club mengirimkan laporan yang bermanfaat bagi para pendengar. Untuk seksi Indonesia, acara DX saat ini memang hanya dan pasti di Radio Nederland. Untuk stasiun lainnya belum ada. Hanya sebatas acara tanggapan surat-surat pendengar. Suara Jerman Deutsche Welle juga pernah mengudarakan acara yang hampir mirip DX. Tapi sekarang sudah tidak mengudara, yaitu Dari Dunia Radio (DDR). Dulu, DDR mengudara setiap hari Kamis.
Sayang sekali, penulis tidak mendapat jawaban perihal hal tersebut dari Deutsche Welle, kenapa dihilangkan. Padahal banyak pendengarnya. Bagi Anda yang mampu berbahasa Inggris, acara DX bisa diikuti pada banyak stasiun, tinggal pilih mana yang disuka. Salah satunya adalah Sweden Calling DXers dari Radio Sweden International, merupakan acara DX yang paling tua. Pengasuhnya George Wood mengudarakan acara ini setiap Selasa.
Pada umumnya, acara DX berisikan laporan DX yang berisi perubahan jadwal siaran berbagai stasiun radio. Juga laporan pemantauan. Laporan laporan itu dikirim oleh para pendengarnya yang tersebar di seluruh dunia. Kalau Anda penggemar acara DX dari Radio Berlin International, pasti tidak akan melupakan peristiwa tanggal 3 Oktober 1990. Karena pada tanggal itulah dua buah negara di Eropa, Jerman Barat dan Timur secara resmi bersatu kembali.
Dengan bersatunya dua Jerman itu pulalah Radio Berlin International tidak mengudara lagi. Tentunya, acara DX-nya yang sangat digemari juga ikut turun dari udara. Meskipun dilebur dalam Suara Jerman Deutsche Welle. Acara DX dari RBI memang sangat digemari. Selain menanggapi surat-surat pendengar, juga menyajikan laporan propagasi. Propagasi ini sangat berpengaruh dalam penerimaan siaran radio.
Dari sini kita bisa memperoleh informasi mengenai kegiatan bercak-bercak matahari atau sunspot. RBI mengudarakan acara DX bekerja sama dengan RBI DX Club yang beranggotakan ribuan DXer. Banyak sekali yang kita dapat peroleh dari klub ini, seperti diploma DX yang diberikan bagi pengirim laporan penerimaan siaran RBI dalam jumlah tertentu. Sayang memang, acara yang sudah memperoleh tempat ini harus cabut dari peredarannya.
Bukan hanya RBI yang punya klub di samping punya acara DX. Ada Radio Budapest Short Wave Club, Andex HCJB. Tentu, bagi Anda yang sudah sering ber-DX di seksi bahasa Inggris, nama-nama tersebut sudah tak asing lagi di telinga. Radio Budapest punya RBSWC, menerbitkan juga bulletin DX secara dua bulanan. Menurut kesan beberapa rekan DXer, buletin RBSWC ini paling keren dari yang lainnya.
Hanya sayang, penerimaan siaran Radio Budapest kurang baik. Bahkan cenderung selalu buruk, bagaimana tempat Anda ? Lain Budapest, lain pula Ekuador. Di sana, tepatnya di ibu kotanya, Quito, memancar sebuah stasiun radio misionaris, HCJB, The Voice of the Andes. Stasiun ini punya acara DX Patyline. Bekerja sama dengan Andex (Andes DXers International), HCJB mengudarakan acara DX-nya.
Anda mengenal Brent Allred, John Beck ? Dialah penjaga gawangnya. Sekarang diganti Richard McVicar yang menjabat Direktur ANDEX. Di samping berisi laporan pemantauan, DX Partyline mengajak pendengar mengunjungi berbagai stasiun radio di seluruh dunia. Anda bisa mengikuti profil stasiun berbagai negara bersama DX Partyline. Anda tidak usah kaget, kalau suatu saat yang muncul stasiun di sekitar Anda.
Radio Australia punya acara yang diramu secara khas. Communicator, dahulu Talkback, juga bagus sekali. Bahkan, beberapa waktu yang lalu, pengasuhnya, Mike Bird, juga mengudarakan laporan propagasi setiap harinya. Tak tanggung tanggung, setiap hari. Sayangnya, sekarang sudah tak mengudara lagi. Communicator bekerja sama dengan beberapa acara DX stasiun stasiun lain.
Sebagai contoh, Media Network, Radio Nederland, diasuh Jonathan Marks, Sweden Calling DXer, Radio Sweden International. Yang pasti, acara DX sangat menarik. Anda bisa memperoleh pengalaman ber-DX. Tentu saja, masih banyak lagi stasiun yang mengudarakan acara DX, di samping stasiun yang kami kemukakan di atas. Silakan Anda membuka kembali edisi Maret 1991, Anda akan temukan jadwal siarannya.
Hanya saja, kenapa baru Radio Nederland yang mengudarakan acara DX dalam bahasa Indonesia ? Padahal, acara semacam ini sudah sangat penting saatnya untuk diudarakan. Siapa menyusul ? Apa Radio Jepang NHK, Radio Korea KBS, Radio Australia, Deutsche Welle, dan lainnya ? Kita tunggu saja. Wait and see !! Tapi kalau mau ngedengerin acara DX, mulailah sekarang. Hanya dan pasti di Radio Nederland. Silakan friend... Best 73's and Good DXing... (IDXC / AS)