Sapa Redaksi
Seterimanya buletin Dirgantara edisi Juli-Agustus 1991, Anda pasti dah tahu perihal keputusan pemerintah tentang BBM. Wah, apa hubungannya dengan radio ? Ada lho, dengan naiknya harga BBM, pasti merembet ke yang lainnya. Tapi yang pasti, Dirgantara tidak akan naik. Sekali lagi, tidak akan pernah naik, hanya menyesuaikan. Kami lebih mengutamakan layanan buat pelanggan Dirgantara. Percayalah ... !!
Tarif masih seperti yang dulu, meski dengan tarif sebesar itu, kami harus pintar-pintar mengalokasikan dana yang terbatas. Untuk itu, kami mohon maklum apabila tuntutan Anda belum bisa kami penuhi. Misalnya, tambah halaman, atau cetak lebih bagus lagi. Indonesian DX Club yang masih baru ini memperoleh respon dari rekan DXer kita di Argentina, Julian Anderson, yang juga editor Tropical Band Survey, tahun 1991.
Anda bisa mengikuti laporannya dalam rubrik "Latin American News" yang akan muncul secara berkala mulai edisi ini. Pengasuh DX Logging dan FM Hunting berpesan kepada pengirim naskah bagian tersebut, agar mengurutkan data frekuensinya. Ini untuk mempermudah kerja, sehingga bisa tampil tepat pada waktunya. Sementara, bagian Aneka Informasi menghimbau pada semuanya, agar ikut berpartisipasi dalam mengirim naskah untuk bagian tersebut.
Anda bisa mencatat informasi apa saja yang ada hubungannya dengan radio, televisi, dan teknologi komunikasi. Bagian distribusi mengharapkan kepada Anda yang belum mengirimkan pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar, mohon segera mengirimkannya. Sertifikat anggota yang kami kirimkan harus sudah ada fotonya. Tiga edisi Dirgantara sudah kami luncurkan, bagaimana komentar Anda mengenai buletin kita ini ?
Kami di redaksi berharap akan saran-saran dari Anda semua demi kebaikan buletin kita ini. Mungkin Anda punya usul, saran, kritik, jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya dan melayangkannya ke redaksi. Redaksi akan menerima dengan lapang dada. Percayalah, kami akan memperhatikan semua saran Anda, Dirgantara bukan milik redaksi, tapi milik kita semua. Edisi kali ini akan Anda temui dengan isi yang berbeda dengan yang dulu-dulu.
Ada ruangan yang kami kurangi halamannya, hanya demi beragamnya isi, juga ada yang terpaksa kami muat secara bersambung. Semua karena keterbatasan ruangan. DX yang merupakan porsi utama bagi kita, kali ini kami coba tampilkan dalam bentuk tulisan yang cukup panjang. Mungkin dengan tulisan tersebut bisa menambah gairah Anda dalam ber-DX,atau menambah semangat Anda yang belum menjalani untuk ikut menapaki.
Indonesian DX Club beberapa waktu yang lalu dihubungi Bung Asbari Nurpatria Krisna, pengasuh acara DX Komunikasi Pencinta Gelombang Pendek, Radio Nederland. Apa dan bagaimana pembicaraannya, bisa Anda simak dalam acaranya. Pagi pukul 04.30 dan 05.30 WIB, melalui frekuensi 7285 kHz dan 9590 kHz. Sore hari pukul 16.30 melalui 21485 kHz dan 17575 kHz, serta pukul 17.30 WIB melalui 21480, 17605, 17575, dan 13700 kHz.
Anggota baru akan kami muat secara bergiliran, mengingat ruangan yang sempit. Harap maklum. Juga bagi yang kirim naskah dan belum dimuat, kami harap sabar menunggu. Untuk sementara Dirgantara memang baru bisa terbit dua bulan sekali. Masih banyak yang harus redaksi benahi. Akhirnya, selamat menikmati sajian kami. Good DX, best 73. Bye now. (Bung Dhirga)