Profil Stasiun
Radio Jepang NHK
Radio Jepang adalah nama dari siaran luar negeri Korporasi
Siaran Radio Jepang lewat gelombang pendek, atau yang lebih dikenal dengan
nama NHK (Nippon Hoso Kyokai), dalam bahasa Inggris, Japan Broadcasting
Corporation. Berdiri pada tahun 1925, dan merupakan badan penyiaran tertua
di Jepang, dan tidak mencari keuntungan dalam kegiatannya.
Pada awalnya, NHK mengoperasikan dua channel televisi, dua layanan gelombang menengah,
satu layanan gelombang FM, dan sebuah layanan teleteks di samping layanan
siaran lewat gelombang pendek yang dikenal sebagai Radio Jepang. Di samping
itu, NHK juga untuk pertama kalinya menyiarkan langsung siaran televisi lewat
Satelit B5-2B pada tanggal 4 Juli 1987, selama 24 jam, siaran ini adalah siaran dunia.
NHK mendapat dukungan keuangan dari penerimaan pajak televisi,
yang ditarik dari 33 juta keluarga atau rumah tangga. NHK tidak bergerak
dalam bidang politik, dan menekankan pada bidang sosial dan ekonomi. NHK
bertujuan untuk melayani orang-orang Jepang dengan memberikan informasi
yang diperlukan. Di bidang penyiaran, NHK sudah sekian tahun lamanya menggalang
persahabatan dengan berbagai bangsa, misal dengan mengadakan pertukaran
kebudayaan melalui siaran.
NHK termasuk salah satu anggota dari ABU (Asia Pacific
Broadcasting Union) yang aktif. NHK juga menjadi anggota beberapa union badan
penyiaran, seperti EBU (European Broadcasting Union), maupun OIRT (Organization
of International Radio and Television). Juga bekerja sama dengan beberapa
badan sejenis di Amerika.
Sebagai contoh adalah beberapa kegiatannya,
seperti pertukaran materi siaran, kerja sama dalam membuat acara, ikut serta
ataupun mensponsori kegiatan yang diadakan bersama-sama dengan badan-badan
penyiaran di luar negeri. Dari tahun ke tahun, NHK senantiasa menelorkan kebijakan
yang sangat berguna, seperti menaikkan jumlah lapangan pekerjaan di dalamnya.
Kompleks NHK ada di Yoyogi, di Shibuya, Tokyo, yang merupakan pusat kegiatan
untuk domestik maupun luar negeri.
Dengan luas lantai 195.500 meter persegi,
gedung ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas produksi, ataupun fasilitas
transmisi terbaru. Termasuk komputerisasi yang bekerja secara otomatis.
Di samping gedung tersebut, terdapat gedung auditorium serba guna yang mampu
menampung 4.000 orang. Gedung ini digunakan untuk pertunjukan opera, konser,
maupun berbagai kegiatan lain yang berskala besar.
Kantor Cabang NHK di Luar Negeri
Untuk menunjang kelancarannya dalam menyelenggarakan
siaran siaran, NHK membuka beberapa kantornya di luar negeri, antara lain :
- Bangkok, 6F, M.O.T. Building, 222 Asoke Dindaeng, Huay
Kwang, Bangkok, Thailand
- Manila, c/o Hilton International, Room 605 United Nations Ave,
Manila, Filipina
- Singapura, No.1 Scotts Road, #15-06 Shaw Centre, Singapura 0923
- New Delhi, Flat No.A-1, 5th Floor, South Tower, Girdhar Apartments,
28 Ferose Shah Road, New Delhi 110001, India
- Beijing, 7-2-53, Jiang Guo Men Wai Gonyu, Beijing, Cina
- Shanghai, Shanghairuijin-dasha 1409 hao, Mao Ming-Nan-Lu, Shanghai, Cina
- Hong Kong, Room 1241, New Mercury House, 22 Fenwick Street, Wanchai,
Hong Kong
- Seoul, 13F Press Center Building 31 1 Ka Taepyong-Ro, Ghung-Ku,
Seoul, Korea Selatan
- Sydney, c/o Tram Broadcast, Unit 14, 175 Gibbes Street, Chatswood
2067, Sydney, Australia
- Brusel, NHK, Japan Broadcasting Corporation, Brussels Office
Bloemtuinenlaan 33 B 1030, Brussels, Belgia
- Madrid, Plaza Callao 1, Despaco 604, Madrid 28013, Spanyol
- London, 66-67 Newman Street, London W1P 3LA, Inggris
- Moskow, Sadovo Samotyochinaya 12/24, Flat 20, Moscow, Rusia
- New York, 1 Rockefeller Plaza, Room 1420, New York, N.Y. 10020,
Amerika Serikat
- Rio de Janeiro, Av. Nilo Pecanha 50, Gruppo 1208, Rio de Janeiro, Brazil
- Paris, 3 Rue de L'Arrivee, Paris 75015, Perancis
- Jenewa, Radio TV Japonaise, Salle de Presse Bureau 59, Palais de
Nations, 1211 Geneva 10, Swiss
- Praha, Nad Myrinarkou No.11, Praha 5, Ceko
- Kairo, Flat 24, 12A Hassan Sabri Street, Zamalek, Cairo, Mesir
- Bonn, 53 Bonn, Heusallee 2-10, Presse haus 1/508, Jerman
- Los Angeles, 12401 West Olympic Boulevard, Los Angeles, CA 90064,
Amerika Serikat
- Washington, D.C., 2030 M. Street, NW # 400, Washington, D.C. 20036,
Amerika Serikat
Radio Japan / Radio Jepang
Radio Jepang adalah siaran luar negeri Korporasi Siaran
Radio Jepang, NHK, melalui gelombang pendek. Mengudara dalam 21 bahasa,
selama 44 jam 30 menit per hari, dengan acara berita dunia serta serba-serbi
tentang Jepang, seperti pelajaran bahasa Jepang, musik, dan informasi DX.
Siaran luar negeri Jepang ini telah berlangsung selama lebih dari setengah abad.
Pertama kali di udara tanggal 1 Juni 1935, dengan siaran
selama satu jam dalam bahasa Jepang dan Inggris, diarahkan ke pantai
barat Amerika Utara. Beberapa tahun kemudian, juga menambah jumlah bahasa yang
disiarkan, jam siaran, maupun daerah sasaran. Setelah Perang Dunia Kedua,
siaran luar negeri Jepang ini mengubah namanya dengan nama baru, Radio
Jepang, pada 1 Februari 1952.
Radio Jepang selalu berusaha untuk menyiarkan acara
acaranya dengan akurat, tepat, dan bervariasi, yang telah banyak
mendapat tanggapan dari pendengarnya. Radio Jepang memancarkan siarannya ke
luar negeri dari stasiun pemancar KDD Yamata, kurang lebih 60 kilometer
sebelah utara Tokyo. Selama empat tahun, stasiun diperbarui mulai 1984, dan
selesai pada akhir Maret 1988.
Menjadikan stasiun pemancar ini yang paling canggih di dunia,
dilengkapi dengan empat pemancar berkekuatan 300 kW, dan empat pemancar
berkekuatan 100 kiloWatt, ditambah dengan 17 macam antena. Dengan penambahan
fasilitas baru tersebut, diharapkan penerimaan di Amerika Selatan,
benua Asia, Oseania, dan pantai barat Amerika Utara menjadi lebih jelas.
Untuk memperbaiki kondisi penerimaan di daerah sasaran
yang jauh dari Jepang, misal Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan,
stasiun relai sangat diperlukan. Siaran dipancarkan dari Jepang dengan
satelit komunikasi ke stasiun relai tersebut, dan kemudian dipancarkan
melalui gelombang pendek. Radio Jepang menggunakan stasiun relai untuk
siaran ke Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, di Moyabi, Gabon.
Untuk Amerika Utara digunakan stasiun relai Radio Canada Internasional
di Sackville, Kanada.
Sejak tanggal 1 Agustus 1988, Radio Jepang menggunakan
stasiun relai Radio France Internasional, di Guyana Perancis, untuk wilayah
Amerika Tengah dan Selatan. Secara keseluruhan, Radio Jepang memancarkan
siarannya selama 23 jam 30 menit via ketiga stasiun relai tersebut. Yang
terbaru, Radio Jepang memulai siarannya lewat stasiun relai Sri Lanka
Broadcasting Corporation, di Ekala, pada 1 Januari 1991. Merupakan stasiun
relai ke-4, untuk daerah daratan India, Timur Tengah, Eropa.
Acara Radio Jepang
Para pendengar Radio Jepang di luar negeri memantau siaran-siaran
Radio Jepang untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya, seperti
berita dunia. Berita terbaru disiarkan oleh semua seksi dari Tokyo. Acara
komentar yang berisi ulasan ulasan yang menarik, baik itu tentang Jepang
maupun luar Jepang, merupakan salah satu bagian dari berita yang sangat
menarik. Acara lainnya mengangkat beberapa aspek tentang Jepang.
Misal industri, kisah seorang rakyat Jepang, budaya,
ilmu pengetahuan, lingkungan hidup, dan lainnya. Mulai tahun ini, Radio
Jepang menyiarkan informasi dengan cepat dan tepat, hal itu dapat ditemui
setiap hari pada siaran-siarannya. Setiap hari Senin-Jum'at, Radio Jepang
mengudarakan "Radio Japan Magazine Hour". Setiap hari Sabtu, "This Week",
dan pada hari Minggu, dapat Anda pantau acara "DX Corner", dengan selingan
acara berita dan komentar.
Masing-masing acara mempunyai daya tarik tersendiri,
selalu mengangkat topik yang berbeda setiap minggunya, antara lain : "Radio
Japan Journal" membawa Anda untuk mengetahui perkembangan di Jepang pada
bidang politik, ekonomi, dan sosial masyarakat, yang sengaja diangkat untuk
diketahui para pendengarnya. Dan juga, mengangkat seluk-beluk warga negara
asing dalam bergaul dengan budaya Jepang.
"Business Today", "Economy Up Date", "Science Scene"
mengunjungi Anda dengan informasi terbaru bidang ekonomi dan ilmu
pengetahuan di Jepang, "Japan Diary" merupakan karangan dari jurnalis ataupun
penulis asing yang tinggal di Jepang, berbagai pengalamannya selama bergaul
dengan masyarakat Jepang, mereka ungkapkan lewat acara ini. "Cross Current"
merupakan salah satu acara Radio Jepang yang banyak menarik minat para pendengarnya.
Para pendengar disodori tema yang telah ditetapkan setiap
bulannya, dan dipersilakan untuk mengungkapkan pendapatnya. Bagi surat-surat yang
diudarakan akan memperoleh kenang-kenangan yang menarik dari Radio Jepang.
"Let's Learn Japanese", salah satu acara yang paling populer bagi para
pendengarnya. Pelajaran bahasa Jepang yang sangat praktis dengan kata-kata
dalam bahasa Jepang, yang sering digunakan setiap harinya. Acara ini
disiarkan oleh semua seksi.
Di samping itu, masih ada acara lainnya yang menarik,
seperti musik, informasi DX, ataupun tanggapan surat pendengar. Selain dalam
bahasa Inggris dan Jepang, Radio Jepang juga mengudara di dalam 21 bahasa,
salah satunya adalah bahasa Indonesia. Sebagian besar acaranya sama seperti
siaran dalam bahasa Inggris dan Jepang. "Kotak Pendengar", acara yang sangat
digemari para pendengarnya.
Di sini, diperkenalkan surat-surat pendengar yang menarik,
menjawab pertanyaan pendengar, serta memutar lagu-lagu permintaan
pendengar, ataupun menanggapi laporan para pendengar. Mengudara setiap Senin,
Rabu, Minggu, dengan pengasuhnya Monika Furuhata, Linda Roemsari, dan
Yasuhiro Takadono. "Derap Olah Raga", hanya seksi Indonesia yang mengudarakan acara ini.
Ini atas usul dari para pendengarnya. Menyoroti peristiwa
olah raga di Jepang, dan di luar negeri.
"Bersantai di Akhir Pekan" yang mengangkat cerita tentang
Jepang, maupun di luar Jepang, seperti kisah dari Seorang Rakyat Jepang.
Dan masih banyak lagi acara lainnya.
Frekuensi Radio Jepang
Radio Jepang berusaha memancarkan siarannya pada frekuensi
frekuensi yang mudah ditangkap oleh para pendengarnya. Walaupun perubahan
frekuensi sedapat mungkin dihindarkan, namun gangguan, jamming, dari
pemancar pemancar lain, dan perubahan cuaca menurut musim, kadang kadang
memaksa Radio Jepang mengalihkan frekuensi. Menurut aturan internasional,
perubahan frekuensi hanya dapat dilakukan pada waktu waktu yang telah
ditentukan, yaitu pada minggu pertama bulan Maret, Mei, September, dan November.
Perubahan frekuensi diberitahukan melalui siaran. Di samping
itu, Radio Jepang juga menyediakan daftar frekuensi siaran semua bahasa yang
dipancarkan Radio Jepang. Siapa yang berminat, silakan memintanya. Untuk
mengetahui kondisi penerimaan di daerah tujuan, laporan dari para pendengarnya
sangat diharapkan. Laporan yang benar akan diverifikasi dengan kartu verifikasi,
bergambar pemandangan di berbagai tempat di Jepang. Untuk itu, Radio Jepang
juga menyediakan blangko laporan yang dapat diminta dengan gratis.
Radio Jepang juga mempunyai monitor di berbagai negara, yang
secara berkala mengirimkan laporan penerimaan Radio Jepang NHK. Monitor
diangkat berdasarkan wilayah sasaran. Untuk menjadi monitor seseorang diharuskan
bersedia untuk mengirim laporan sesuai dengan yang diminta. Laporan ini
bersifat teknis, bukan sekedar laporannya, baik atau buruk penerimaan.
Maka dari itu, dibutuhkan seseorang yang benar-benar tahu akan
teknik dalam dunia radio. Radio Jepang juga menyediakan sovenir bagi mereka
yang telah bersurat, antara lain sticker, bulletin, dan sebagainya. Kartu
verifikasi dikirimkan hanya kepada mereka yang mengirimkan laporan penerimaan
siaran Radio Jepang.
Publikasi
Radio Jepang menerbitkan pedoman acara dan frekuensi yang
dibagikan pada para pendengar, atas permintaan. Radio Japan News,
merupakan buletin Radio Jepang yang terbit empat kali setahun dalam empat
edisi, dalam bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Cina, Korea, Spanyol,
Portugis, serta bahasa Indonesia, "Berita Radio Jepang". Juga dalam bahasa
Jepang bernama "Gurafu Radio Japan", yang terbit empat kali setahun, dan berwarna.
Persentase Acara Radio Jepang
Warta Berita, Olah Raga, feature sebanyak 66%, informasi
sebanyak 28,2%, serta musik, hiburan sebanyak 5,8%. Radio Jepang mengudara
dalam bahasa Inggris selama 13 jam, Jepang 12,5 jam, Cina empat jam, Indonesia
dan Korea 2 jam, Perancis 1,5 jam. Jerman, Spanyol, Rusia, Vietnam, masing-masing
sejam, dan lainnya selama setengah jam, untuk Arab, Bengali, Burma, Hindi,
Melayu, Portugis, Swahili, Thai, Urdu, dan Italia, Swedia. (Sumber : Radio
Jepang NHK / Aries Subagyo)