Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 1 No 1 Mar-Apr 1991
Home
Dirgantara Online
  Indeks
IDXC
Laporan Berita
Antena
Profil Stasiun
FM Hunting
Televisi
Help Me
Pengurus

Volume 1
  Antena

Pada ruangan ini, secara tetap akan kami angkat bermacam jenis antena yang banyak digunakan dalam menerima siaran radio, tak hanya terbatas pada radio gelombang pendek. Tetapi juga untuk FM, maupun MW. Silakan menyimak. Ada beberapa petunjuk sederhana apabila Anda ingin memperkuat daya penerimaan pesawat radio Anda. Cara yang paling umum dipakai adalah pemasangan antena luar. Pemasangan antena luar ini dirasa perlu apabila Anda merasa bahwa antena dalam pesawat radio Anda kurang membantu kejelasan penangkapan siaran.

Bahan : Bahan pokok yang dipakai adalah kawat dan tiang besi (kalau ada), atau menggunakan pohon yang paling dekat dengan rumah Anda. Cara : Pertama kali adalah penyesuaian meter band pada radio dengan kawat. Hampir semua stasiun radio internasional mempergunakan meter band 25 m, 31 m, 41 m, 49 m, atau 11 m, 13 m, serta gelombang baru 21 m. Panjang kawat yang Anda siapkan haruslah sesuai dengan meter band, yang umum digunakan stasiun yang sering Anda dengarkan.

Misalnya, stasiun radio XX menggunakan 19 m, maka panjang kawat adalah 19 : 4, yang menghasilkan empat meter lebih. Demikian juga, kalau stasiun radio itu mempergunakan meter band lain. Panjang kawat adalah hasil dari pembagian meter band dibagi empat. Itu untuk hitungan antena 1/4 panjang gelombang. Petunjuk di atas itu masih terlalu kaku, sementara kita tahu semua stasiun radio menggunakan lebih dari satu meter band. Untuk itu, kita buat hitungan matematis sebagai berikut :

19 mb : 4 = 4,75 meter
25 mb : 4 = 6,25 meter
31 mb : 4 = 7,75 meter
Total = 18,75 m : 3 = 6,25 meter

Jadi, panjang kawat 6,25 m sudah merupakan suatu ukuran yang netral untuk gelombang 19, 25, 31 meter band. Apabila Anda menggunakan kawat sepanjang tujuh meter, maka siaran gelombang 19 meter band akan menjadi terlalu kuat, karena hanya cocok untuk 31 meter. Apabila letak stasiun ada di utara, maka antena harus Anda bentangkan dari arah barat ke timur. Demikian pula sebaliknya. Usahakan agar arah bentangan tidak searah dengan kutub magnet bumi.

Arah yang baik adalah timur laut - barat daya, dengan arah Eropa, Asia, dan Australia. Stasiun lain masih bisa Anda tangkap, karena tiang besi yang dipasang vertikal, juga berfungsi sebagai penangkap gelombang gelombang radio. Kalau toh Anda tak mempunyai tiang besi, bentangkan saja kawat melalui jendela, atau sudut rumah Anda ke pohon terdekat. Tapi harap diperhatikan, jangan sekali-kali melilitkan kawat itu ke pohon. Sangat berbahaya, apabila ada kilat.

Gunakan isolator, agar bisa tegang, gunakan pemberat pada ujungnya. Demi keselamatan, hubungkan pula dengan tanah. Ingat, gelombang radio ada juga yang merambat lewat tanah. Nah, itu adalah antena yang sangat sederhana, dan praktis, bila Anda buat. Untuk jenis lainnya, akan dimuat pada edisi berikut. Selamat mencoba. Semoga berhasil. (Radio Veritas Asia/ASB, IDXC-0001/INS)

 
Dirgantara Online - Vol 1 No 1 Mar-Apr 1991
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space